First puzzle

Hari itu penerimaan portofolio kenaikan kelas laskar RAH kesayangan. Aku dan kakak sekolah ku :).
Hari pertama sekolah setelah libur panjang.
Ayah Bunda bergantian mendiskusikan shalih shalihatnya dengan kami. Terbalik ding, kita yang presentasi ๐Ÿ˜.
Bunda ketua FOSI kami dapat giliran di sesi akhir sebelum Dzhuhur. Yap, we were about to close!
The atmosphere was warm and melting، apa sih ? ๐Ÿ˜Š...

Dan biasa... Balada fasil single, sering kena sindir sama mami mami gaul.... Kapan... Kapan.... Udah ada belum.... As the day.

Begarah garah...
Nyerempet nyerempet...
Menceritakan adiknya yang juga single. Elok, lembut, ndak neko neko, panggalak-suka ketawa-


Iya banyak nih bun, yang masih single di sekolah." Ibu itu... " aku menunjuk calon partnerku di semester baru ini, yang akan menjadi fasilitator anaknya di semester ini. Berkilah, pengalihan mati gaya๐Ÿ˜—. 1-1
Kita kan yang dekat dulu, baru ke yang jauh. Ayo kita seriuskan buk, kakakku mengiyakan ....Wah.. 2-1.

Kakak nampak bersekongkol di luar ๐Ÿค”tapi dalamnya ndak๐Ÿ˜ƒ.
Mengiyakan seloroh Sang Bunda 1.
Aku mengerinyitkan dahi, bertukar kode dengan kakak. Apa ni Kak??

Saat itu, satu naskah sedang bergemuruh, saat mengaduk rasa, harap, dan air mata. Ombak nya pecah nun jauh di tepi pantai Losari, pulau terhalang seberang...



Comments